Mengobati Gula Darah dan Batu Ginjal Secara Tradisional

Cara Mengobati Gula Darah dan Batu Ginjal Bersamaan Dan Mengerti Apa Pemicunya

Mengobati Gula Darah dan Batu Ginjal

Mengobati Gula Darah dan Batu Ginjal

Mengobati gula darah dan batu ginjal secara tradisional. Apakah diabetes bisa menyebabkan penyakit batu ginjal? Seperti kita ketahui, batu ginjal bisa terbentuk melalui berbagai mineral, dengan 2 kategori yang utama seperti batu asam urat dan kalsium. Untuk pasien penderita diabetes sendiri mempunyai batu asam urat dan kalsium dengan tingkatlebih tinggi, maka dari itu urin penderita diabetes ini tergolong lebih asam. Hal tersebut itulah yang menjadi dasar kaitan antara batu ginjal dan diabetes.

Batu ginjal merupakan potongan grit yang terbuat dari bahan mineral yang ada di dalam urine. Dimana batu kerikil ini bisa memicu rasa sakit yang tak tertahankan, karena memblokir saluran urine serta merusak ginjal. Terjadinya komplikasi diabetes sendiri adalah faktor risiko yang utama pemicu baatu ginjal. Adapun batu ginjal sendiri berbentuk butiran pasir, dimana terkadang menyebabkan rasa sakit yang sementara lalu hilang dengan sendirinya. Namun saat batu gijal membesar dengan diameter mencapai 4 mm (0,2 inchi) hal tersebut tentunya bisa menyumbat pada saluran ureter karena terjebak di saluran tersebut.

Mengobati Gula Darah dan Batu Ginjal – Diabetes Pemicu Batu Ginjal

Mengobati Gula Darah dan Batu Ginjal

Mengobati Gula Darah dan Batu Ginjal

Untuk mengobati gula darah dan batu ginjal sendiri, maka kita perlu mengetahui apa hubungan antara penyakit diabetes dengan penyakit batu ginjal terlebih dulu. Sebetulnya para ilmuwan sendiri masih belum meneliti secdara pasti, alasan urine pada penderita diabetes berubah menjadi asam. Berdasarkan pernyataan American Society of Nephrology hubungan antara penyakit diabetes dengan gangguan batu ginjal beserta urine yang asam dihubungkan oleh resistensi pada insulin dan juga terjadinya obesitas.

Dalam hal ini, tingginya kandungan insulin pada darah berkaitan dengan kecenderungan urin menjadi asam. Pada tubuh yang normal sendiri ammonium berfungsi sebagai penetral asam atau larutan buffer. Akan tetapi, resistensi pada insulin kemungkinan bisa menurunkan produksi dari ammonium itu sendiri. Dimana obesitas memberikan peranan begitu besar pada proses terbentuknya batu ginjal. Obesitas disini dikaitkan dengan tingkat resistensi insulin serta hiperinsulinemia, dengan begitu timbulnya ketidakseimbangan sistem metabolic tubuh yang mengakibatkan terbentuknya komponen pada batu ginjal itu sendiri, yakni batu kalsium.

Terjadinya hiperinsulinemia bisa berkontribusi terhadap pengembangan dari batu kalsiu bersama peningkatan dari ekskresi kalsium. Selain itu, obesitas pun bisa menyebabkan terjadinya peningkatan ekskresi pada asam oksalat dan asam urat sebagai faktor risiko dari batu ginjal. Dalam hal ini masalah terbesarnya yaitu obesitas cenderung mempunyai kandungan garam lebih banyak beserta protein hewani, yang mana hal tersebut mempengaruhi pembentukan batu. Jika hal itu terjadi, maka perlu mengobati gula darah dan batu ginjal secara bersamaan dengan tepat.

Para peneliti yang ada di Maiyo Klinik pun menyimpulkan dimana penderita diabetes mengalami risiko sebanyak 40% atau lebih untuk batu asam urat pada ginjal daripada orang sehat bukan penderita diabetes. Penderita diabetes tipe 2 khususnya mempunyai urine yang begitu asam, dimana fitur metabolic tersebut turut menjelaskan risiko yang lebih besar peningkatan batu asam urat pada ginjal. Adapun ciri-ciri dan gejala penyakit batu ginjal itu sendiri diantaranya mual dan muntah, sakit di bagian perut atau pinggang, urine terasa lebih asam dan sakit saat buang air kecil. Lalu, bagaimana cara mengobati gula darah dan batu ginjal itu sendiri?

Mengobati Gula Darah dan Batu Ginjal Secara Tradisional

Mengobati Gula Darah dan Batu Ginjal

Mengobati Gula Darah dan Batu Ginjal

Untuk Anda yang menderita komplikasi penyakit gula darah dan batu ginjal, tentu sebaiknya segera mengatasi penyakit tersebut. Sebab jika dibiarkan bisa mengakibatkan risiko penyakit yang lebih parah dan fatal. Berikut beberapa tips dan cara mengobati gula darah dan batu ginjal.

1. Rambut Jagung

Gula darah yang tak terkontrol baik tentunya bisa menyebabkan penykit diabetes. Dimana penderita diabetes umumnya mengalami risiko komplikasi penyakit seperti stroke, jantung hingga batu giinjal yang bisa menyebabkan kematian. Namun Anda tak perlu khawatir, sebab rambut jagung ternyata bisa dimanfaatkan untuk mengobati gula darah dan batu ginjal. Berdasarkan penelitian, nutrisi ekstra rambut jagung memang sangat baik untuk mengendalikan berlebihnya gula darah di dalam tubuh. Dengan begitu kemungkinan besar penyakit diabetes dan batu ginjal pun bisa diatasi dengan mengonsumsi rambut jagung.

Cara pengobatannya juga sangat mudah, cukup merebus sebanyak 50 gram dari rambut jagung yang ditambah oleh 2 gelas air bersih, lalu diamkan sampai dingin kemudian minum airnya sebanyak 2 kali dalam sehari secara teratur.

2. Kumis Kucing

Cara mengobati gula darah dan batu ginjal berikutnya adalah dengan memanfaatkan tanaman kumis kucing. Pasalnya kumis kucing mempunyai sifat zat anti peradangan serta bisa membantu untuk melancarkan pengeluaran air seni. Daun kumis kucing ini memiliki kandungan garam kalium dan ortosifonin berfungsi melarutkan oksalat, fosfat serta asam urat pada ginjal manusia. Dengan begitu bisa mencegah serta mengobati terjadinya pengendapan batu di dalam ginjal itu sendiri.

Berdasarkan hasil penelitian dari berbagai Negara yang ada di Asia sendiri membuktikan bahwa khasiat dari kumis kucing memang sangat efektif untuk mengatasi batu ginjal. Dimana 40% pasien terhadap 23 orang penderita penyakit batu ginjal sendiri, telah mengalami penyusutn pada ukuran batu di ginal mencapai ½ cm sesudah mengonsumsi kumis kucing.

Cara mengobati gula darah dan batu ginjal dengan kumis kucing ini cukup dengan mempersiapkan daun kumis kucing lalu rebus dan minum airnya dengan teratur. Selain itu, jangan lupa pula untuk selalu memeriksakan keadaan tubuh Anda demi mengetahui perkembangan penyakit yang ada dalam tubuh Anda.

3. Daun Sendok

Tips mengobati gula darah dan batu ginjal berikutnya adalah dengan memanfaatkan daun sendok. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Malaysia terhadap sebuah senyawa terpenoid yang terdapat pada tanaman sendok pada tabung eksperimen sendiri, menduka bahwa senyawa tersebut bisa menghambat pembentukan serta mempengaruhi ukuran pembentukan Kristal senyawa kalsium oksalat. Dimana Kristal tersebut umumnya dijumpai sebagai bahan utama batu ginjal. Selain itu, daun sendok pasalnya lebih baik untuk menghambat pembentukan Kristal tersebut dibandingkan kalium sitrat dan Zyloric.

4. Tanjung

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di India, dimana mereka melakukan percobaan terhadap tikus dengan dirangsang tubuhnya untuk proses pembentukan batu ginjal, yang mana ekstrak alkohol dalam tanaman tanjung diduga dapat menurunkan proses pembentukan batu ginjal dengan signifikan melalui penurunan asma urat, kadar kreatinin serta ureum pada darah. Untuk itu, daun tanjung berkhasiat mengobati gula darah dan batu ginjal.

Mengobati Gula Darah dan Batu Ginjal Dengan TNO

Mengobati Gula Darah dan Batu GinjalSelain metode pengobatan di atas, Anda juga bisa mengobati gula darah dan batu ginjal dengan memanfaatkan mengkudu yang sudah terekstrak dalam obat tradisional TNO. Dimana Anda tak perlu lagi harus membuat ramuan tradisional sendiri di rumah, cukup dengan meminum obat herbal TNO secara instan. Pengobatan alternative TNO ini sangat efektif dan aman mengobati penyakit gagal ginjal dan gula darah. TNO terbuat dari bahan herbal menkudu yang berasal dari pulau Tahiti dengan khasiat yang begitu besar. TNO sangat aman dikonsumsi untuk mengobati gula darah dan batu ginjal.